![]() |
SAINT NIKOLAOS INDONESIA ORTHODOX CHURCH IN SURABAYA |
||
Saint Nikolaos |
|||
| ___________________________________________________________________________________________________ | |||
THE THEOTOKOS |
|||
PERJUANGAN DAN KELAHIRAN KOMUNITAS ORTHODOX DI JAWA TIMUR |
|||
Seperti halnya telah umum diketahui bahwa Mayoritas orang Indonesia adalah beragama Islam. Dan Romo Yohanes sebelum menjadi Romo di dalam Gereja Orthodox, beliau beragama Islam, karena beliau lahir dari keluarga Muslim. Sebelum beliau mengetahui apakah Kristen Orthodox itu, seperti umumnya keluarga Islam, Romo Yohanes dididik secara ketat untuk menghidupi apa yang diajarkan dalam agama Islam. Ia pergi ke mesjid, belajar dan sholat bersama-sama dengan yang lain. Tetapi karena anugerah Allah, pada tahun 1973, beliau telah dipanggil oleh Allah dan bertobat dan masuk ke kekristenan Protestan, dan telah mulai belajar ajaran kekristenan. Kakaknya, Daniel Bambang Dwi Byantoro setelah belajar di Korea kemudian pergi belajar ke Yunani untuk memperdalam cara kehidupan Orthodox di dalam Monasteri, namun walaupun ia berada dalam Monasteri, ia tetap mengirim surat ke Romo Yohanes dan teman-temannya, mengajar mereka tentang doktrin dan Iman Gereja Orthodox. Setelah itu, Daniel Bambang Dwi Byantoro saudaranya itu, pergi ke Amerika untuk melanjutkan belajarnya di Sekolah Tinggi Theologi Salib Kudus di Boston, dan dari Sekolah Theologi ini, setelah saudaranya menyelesaikan pendidikannya, pada tahun 1986, ia mengundang Romo Yohanes dan kedua temannya untuk meneruskan belajarnya ke Sekolah Tinggi Theologi Salib Kudus di mana ia telah belajar sebelumnya. Pada tahun 1989, Daniel Bambang Dwi Byantoro ditahbis sebagai Imam Orthodox dan kembali ke Indonesia untuk memulai pekerjaan Misionarinya. Romo Daniel memulai pelayanannya di Solo. Dalam Pekerjaan Misionarinya, beliau telah dibantu oleh Saudara Krisostomos Manalu. Hal pertama yang beliau lakukan dalam pelayanannya adalah : menterjemahkan, mengajar, dan menginjil. Jadi pribadi yang mempunyai peranan yang penting dalam membantu pelayanan Romo Daniel pada waktu itu adalah Saudara Krisostomos Manalu. Karena kerja keras dan dedikasi mereka, banyak orang tertarik, datang dan masuk ke Pangkuan Gereja Ibu atau Gereja Orthodox. Pada tahun 1990, setelah menyelesaikan Master Theologinya dari Sekolah Tinggi Theologi Salib Kudus dan ditahbis sebagai Imam Orthodox oleh yang Mulia Bishop Maximus di Gereja Orthodox Salib Kudus di Pittsburgh, Romo Yohanes dan dua orang temannya meninggalkan Amerika Serikat untuk kembali ke Indonesia, kemudian mulai pelayanannya bersama-sama dengan Romo Daniel dan Saudara Krisostomos Manalu. Tahun berjalan terus, dengan disertai kerja keras, akhirnya pada tahun 1991, keberadaan Gereja Orthodox Indonesia disahkan oleh Pemerintah Indonesia, sehingga para Imam telah dapat mengembangkan Misionari Orthodoxnya di Seluruh Indonesia. Untuk mengembangkan Misionari Orthodox secara cepat, akhirnya berdasarkan keputusan bersama, Para Imam telah memisahkan diri mereka sendiri dan pindah ke kota lain dan mulai membuka komunitas baru Orthodox. Atas dasar keputusan itu, Romo Sedangkan pelayanan Romo Yohanes dimulai dari keluarganya sendiri, kemudian berkembang setelah banyak orang tertarik dan masuk ke dalam Imam Orthodox. Melihat bahwa pelayanan Gereja Orthodox berkembang, maka Romo Yohanes berusaha Sebagaimana telah diketahui bahwa untuk mendirikan Gereja, khususnya di Jawa Timur tidaklah mudah, dan banyak faktor yang membuat ini perijinan ini sangat sulit, antara lain : mayoritas, budaya dan masyarakat. Karena itu pada tahun 1992 dan tahun 2000, ketika Romo Yohanes berusaha untuk mendirikan Gereja Orthodox baik di Mojokerto Melalui Kapel Orthodox ini, Romo Yohanes mampu melakukan aktivitas misionarinya, bahkan melalui kapel ini, karena bantuan dari yang kekasih Metropolitan Nikitas, pada tahun 2003, beliau mampu mendirikan Taman Kanak-Kanak Orthodox di Wilayah Dlanggu – Mojokerto. Nama dari Taman Kanak-Kanak itu adalah “Taman Kanak-Kanak Aghia Wacana yang artinya “Taman Kanak-Kanak Pengajaran Kudus” Pada dasarnya, beliau tidak pernah berhenti untuk bekerja dan tidak pernah menyerah untuk mengembangkan pekerjaan misionarinya, karena dalam pikirannya hanya berpikir Sekarang Gereja Orthodox di Jawa Timur mempunyai dua Imam dan salah satunya adalah Romo Timotius. Romo Timotius, yang telah menyelesaikan belajarnya dari Seminari Tinggi Theologi Athena – Yunani, bersama-sama dengan Romo Yohanes melayani di Jawa Timur. Karena itu, sementara Romo Yohanes melayani di Surabaya, Romo Timotius akan menangani pelayanan Gereja Orthodox Js. Demetrios di Mojokerto. Romo Yohanes dan Romo Timotius dalam pelayanannya di Jawa Timur, telah mendapat restu dari yang mulia Metropolitan mereka Nikitas, dan Gereja di mana Romo Yohanes dan Romo Timotius melayani, ada dibawah Wilayah Kepatriarkhan Konstantinopel, karena itu apa yang dikerjakan oleh mereka itu adalah atas nama Kepatriarkhan Konstantinopel. Romo Yohanes dan Romo Timotius ingin meneruskan pekerjaan mereka dan merencanakan untuk membangun kelanjutan Sekolah Taman Kanak-Kanak yang telah
Informasi lebih Lanjut: Alamat Email : |
|||
Kapel Orthodox Indonesia Js. Nikolaos : Jl. Taman Pondok Indah RX 2-3, Wiyung – Surabaya |
|||